RUMAH MASA DEPAN : Mungil dan Ramah Lingkungan..!! (RUMAH IMUT HEMAT LAHAN Jay Schafer )

Sebagian besar dari Anda mungkin membayangkan akan bertempat tinggal di rumah yang besar dan bertingkat di masa depan? Tak sekadar lega, anak-anak pun bisa bermain dengan leluasa.

Tapi, apakah pernah terbesit di pikiran Anda jika mempunyai rumah mungil itu sangat menyenangkan? Selain ramah lingkungan, rumah mungil bisa menjadi secuil solusi sederhana untuk mengatasi kepadatan penduduk di bumi.

Rumah mungil dengan desain minimalis buatan Tumbleweed 

Rumah ini memiliki luas hanya 29 meter persegi, tapi sudah komplit dengan semua fasilitas standar. Rumah yang menyenangkan tidak harus luas. Ide minimalis sekarang ini sedang tren di kalangan desainer interior. Membangunnya murah, merawatnya pun juga mudah. Di tengah kondisi semakin mahalnya harga tanah dan langkanya ketersediaan ruang di perkotaan, rumah ini bisa jadi sebuah solusi.



Weekly World News baru saja melakukan tur singkat pada rumah seluas 96 kaki persegi, setara 29m2. Tidak perlu kaget. Meskipun terdengar sempit, di rumah buatan Jay Schafer, pemilik Tumbleweed Tiny House Co ini Anda dapat menemukan dapur, ruang kerja, kamar tidur, kamar mandi, hingga lemari pakaian. Layaknya rumah biasa namun didesain sedemikian minimalis. Di akhir tur, Anda akan kepincut dan ingin tinggal di rumahnya.

Dinding rumah ini tidak dibangun dari beton atau semen, melainkan sejenis kayu bangkirai yang sangat kuat dan awet. Tidak hanya dinding, tetapi juga nyaris seluruh interior rumah terbuat dari kayu. Inilah yang membuatnya cukup ramah lingkungan mengingat kayu adalah bahan material yang mudah diperbaharui.

Jay Schafer, sang pemilik perusahaan Tumbleweed Tiny House sekaligus klien atas perusahaannya sendiri. Sehari-hari, dia menghabiskan waktu dan mengistirahatkan raganya di rumah tersebut tanpa perlu menghabiskan kocek dalam jumlah banyak.

Seharusnya, ini menjadi tren yang sangat cepat meluas sejak labilnya pasar properti di negara-negara maju. Di Indonesia atau negara-negara berkembang serupa dengan isu kepadatan penduduk, rumah seperti ini bisa menjadi inspirasi baru bagi untuk membangun rumah di tengah kota.

Rumah ini adalah salah satu solusi yang ia tawarkan untuk memecahkan masalah kebosanan konsumen properti atas produk properti kreatif. Keuntungan desain minimalis seperti ini terutama pada kemampuannya untuk beradaptasi pada lahan sempit yang padat penduduk, seperti misalnya di Jakarta.

Berikut adalah foto-foto dari salah satu rumah mungil karya Jay Schafer :
Denah Rumah

Bentuk Rumah
Pintu Masuk - Ruang Kerja
Ruang Tidur
Dapur


Sebesar apa rumahnya, seluas apa kamar tidurnya, ada baiknya Anda melihat video tentang Tumbleweed Tiny House.
sumber1
sumber2
sumber3

No comments:

Post a Comment